RSS

Interaksi Antara Ratu Keong Translokasi dengan Keong Asli Strombus Gigas

Image

Dalam pemulihan populasi yang dirancang untuk mengembangkan mandiri populasi, telah dihipotesiskan sebagai factor dalam  pemulihan populaasi keong ratu di Florida. Akibatnya strategi kami adalah untuk menemukan keong perairan dekat pantai pemijahan  efisiensi secara agregat, untuk meningkatkan jumlah petelur , untuk meningkatkan  produksi reproduksi total. Namun untuk menjadi efektif. Keong translokasi tidak boleh menggantikan binatang asli dan harus tetap dengan agregasinya. Oleh karena itu menilai distribusi spasial dan interaksi antara keong translokasi dan asli penting dalam mengevaluasi efektifitas manajemen strategi ini.

 

Pada penelitian sebelumnya tentang 2 keong ini telah menunjukkan bahwa translokasi yang dilakukan akan berkembang secara manual seperti ekologi konsekuensi jika keong translokasi menggantikan keong asli.

Pada agregasi lain, tidak ada perbedaan signifikan dalam dalam gerakan atau antar tindakan antara keduanya. Dalam masalah ini dilakukan translokasi non reproduksi keong dewasa menjadi 2 agregasi pemijahan lepas pantai, digunakan  akustik telemitriuntuk melacak kerelatifannya terhadap keong asli yang menyebabkan penurunan yang signifikan dalam interaksinya .

Dihipotesiskan bahwa hasil ini didorong oleh faktor reproduksi yang  bertranslokasi berlangsung pada bulan juli selama musim reproduksi, mereka pindah ke habitat makanan ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan penduduk asli tidak terjadi pada situs yang lebih baik, dan bahwa pemindahan keong ke agregasi konsekuensi yang pemijahan tidak memiliki konsekuensi yang merugikan relative terhadap interaksi antara individu sejenis.

Ratu keong strombus gigas adalah gastropod yang populasinya mendukung perikanan penting dalam karibia,namun spesies tersebut menjadi habis bahwa saat ini tercantum dalam konversi internasional perdagangan  spesies terancam punah flora dan fauna liar (CITES) appendix II.

Langkah pertama dalam memutuskan apakah strategi translokasi untuk determine apakah keong  translokasi akan menggantikan keong asli atau hanya dari kompetisi intraspesifik. Dalam hal ini ditranslokasikan perairan dekat pantai, keong menjadi 2 pemuliaan lepas pantai agregasi dan di lacak dari subset translokasi dan keong asli menggunakan telemitri akustik untuk membandingkan jangka panjang gerakan dan interaksi yang terjadi antara 2 kelompok ini.2 langkah dasar hewan yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara gerakan individu secara bersamaan di lacak dengan cara statis dan interaksi dinamis.

Metode yang digunakan disini yaitu dengan akustik telemetri dan analisis gerakan, disini digunakan akustik telemetri pasif untuk membandingkan panjang berbagai gerakan subset dari keong asli dan keong translokasi di setiap lokasi lepas pantai. Keong ini adalah ditandai dengan pemancar akustik dengan lama bekerja yaitu sekitar 1 tahun , situs di ES ditandai dengan 6 keong asli dan 6 keong translokasi , dan di LK ditandai dengan 5 keong asli dan 5 keong translokasi.

Para spasial tumpang tindih antara rentang rumah sepasang hewan adalah interaksi startis. Dengan menghitung persentase rumah jarak tumpang tindih antara semua pasang keong di setiap situs menggunakan Geo Processing Wizard yang menghasilkan 3 jenis statis interaksi di antaranya yaitu (1) asli – asli pasangan, (2) translokasi – asli pasangan, (3) translokasi – translokasi pasangan. Untuk menentukan apakah asli keong translokasi yang menggunakan wilayah yang sama , kita membandingkan 3 jenis interaksi statis disetiap situs menggunaka uji Kruskal – Wallis.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa translokasi memiliki potensi untuk menjadi alat manajemen  yang efektif dalam upaya restorasi ratu keong. Translokasi  keong tidak menggusur penduduk  asli dan  daerah yang sama sebagai keong asli pada  kedua  situs. Disamping itu,  agregasi tetap kohesif, dari sisi positif yang dinamis interaksi antara akustik dilacak individu. Dengan demikian, bergerak dari keong perairan dekat pantai larva tenggelam ke sumber larva lepas pantai, dapat menjadi  kunci untuk mempercapat pemulihan ratu keong penduduk di Florida Keys.

Berdasarkan  pasokan Keong yang tersedia dari perairan dekat pantai  dan kemampuan keong untuk mendapatkan kembali pemijahan kapasitas , disimpulkan bahwa pemindahan keong ke agregasi pembiakan lepas pantai untuk meningkatkan reproduksi tipe luar, bisa menjadi strategi pemulihan yang aktif.

Sumber : Gabriel A. Delgado, Robert A. Glazer.

Florida Fish and Wildlife Conservation Commission, Fish and Wildlife Research Institute, 2796 Overseas Highway,
Suite 119 Marathon, Florida 33050, USA

 
Leave a comment

Posted by on June 15, 2012 in Uncategorized

 

Lirik Lagu Katy Perry – Firework Lyrics

 
Do you ever feel like a plastic bag
Drifting through the wind, wanting to start again?
Do you ever feel, feel so paper thin
Like a house of cards, one blow from caving in?

Do you ever feel already buried deep?
Six feet under screams but no one seems to hear a thing
Do you know that there’s still a chance for you
‘Cause there’s a spark in you?

You just gotta ignite the light and let it shine
Just own the night like the 4th of July

‘Cause baby, you’re a firework
Come on, show ’em what you’re worth
Make ’em go, oh
As you shoot across the sky

Baby, you’re a firework
Come on, let your colors burst
Make ’em go, oh
You’re gonna leave ’em falling down

You don’t have to feel like a waste of space
You’re original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe you’re reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will blow

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2012 in Uncategorized

 

Makalah Tentang Mikroskop

_________________________________________________________________________________

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah banyak ditemukan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Salah satu penemuan itu adalah mikroskop. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (kurang dari 0.1 mm), misalnya bagian-bagian dari sebuah sel. Keterampilan menggunakan mikroskop dapat membantu kita mengamati dan membandingkan struktur sel hewan denga sel tumbuhan. Kemahiran dan ketelitian sipemakai dalam menggunakan mikroskop sangat diperlukan. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baik-baik bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop sederhana yang biasa kita gunakan umumnya menggunakan cahaya dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sebagai sumber cahaya pengganti matahari. Cahaya masuk kemudian dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung, cermin inilah yang akan mengarakan cahaya dari luar kedalam mikroskop. Namun setiap mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian-bagian optik dan bagian-bagian merkanik. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkanberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra, yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua buah titik.

B. Tujuan

Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu agar kita sebagai mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana.

C. Manfaat

Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar mahasiswa, masyarakat dan umum dapat lebih mengenal tentang mikroskop dan mengetahui teknik penggunaan mikroskop yang benar.

_________________________________________________________________________________

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan penelitian terhadap mikrobiologi. Yang memasuki masa keemasan saat berhasil mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van Leeuwenhoek (1632- 1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organisme sekecil mikroorganisme (Kusnadi, 2003).

Kata mikroskop bersal dari bahasa Yunani yaitu micron yang artinya kecil dan scropos yang artinya melihat atau tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Alat utama dalam mikroskop yang digunakan untuk mengamati adalah lensa objektif dan lensa okuler. Dalam mikroskop baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, tebalik dan diperbesar terhadap posisi benda mula- mula (Anonim, 2010).

Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik berbeda dan terpisah (Campbell, 2000).

Mikroskop yang menggunakan cahaya disebut mikroskop optik. Mikroskop optik dapat dibedakanmenjadi mikroskop biologi atau monokuler dan mikroskop stereo atau binokuler. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis dan trans paran. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Mikroskop binokuler atau stereo digunakan un tuk pengamatan yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu (Tim Pengajar, 2010).

Mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin : mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih besar dari pada wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran. Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang, hal ini disebut penguraian (Goldsten, 2004).

Semakin tipis bahan yang diperiksa semakin jelas nahan yang diperoleh. Cahaya yang dipantulkan dari suatu titik objek tidak dapat direkombinasi kagi untuk membuat titik lain yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah piringan cahaya. Daya pembesaransebuah mikroskop, yaitu kemampuan untuk membeda- bedakan rincian halus, adalah sebanding dengan medium yang ditransmisi. Cahaya mempunyai panjang gelombang sekitar 0,5 mm dan daya pembesaran paling baik (meskipun menggunakan cahaya dengan gelombang paling pendek) adalah sekitar 0,45 mm obyek yang letaknya lebih dekat dari itu tidak akan diperbesar sebagai lebih dari satu objek (Abercombie, 1933).

Dibalik semua keunggulan dan kegunaannya, mikroskop juga memiliki kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur (W. lay. 1992).

_________________________________________________________________________________

BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini :

a. Waktu praktikum

Hari/tanggal : jumat, 19 Nopember 2010

Waktu : Pukul 01.30 sd.03.10 WITA

b. Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah yaitu :

1. Alat yang disediakan oleh laboratorium

a. Mikroskop biologi

b. Kotak peralatan, berisi :

1. Kaca benda

2. Kaca penutup

3. Cawan petri

4. Pinset

5. Pipet tangan

2. Alat yang disediakan oleh mahasiswa

a. Pisau silet baru

b. Kain planel baru

c. Lap katun

d. Buku gambar dan pensil

e. Tusuk gigi

2. Bahan

Adapun bahan dari percobaan ini yaitu :

1. Bahan yang disediakan oleh laboratorium

a. Air suling

b. Kertas saring atau kertas hisap

c. Kapas atau kapuk

2. Bahan yang disediakan oleh mahasiswa

a. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

b. Daun waru (Hibiscus liliaceus)

c. Daun labu (Cucurbita moschata)

d. Bawang merah (Allium cepa)

C. Prosedur Kerja

1. Menyiapkan Mikroskop

a. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan.

b. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan

kain.

c. Membuka kotak peralatan, keluarkan cawan petri yang berisi kaca benda dan kaca penutup.

Membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas saring.

d. Di atas meja kerja hanya ada mikroskop, kotak peralatan dengan isinya, buku penuntun dan catatan,

bahan-bahan untuk praktikum. Menyingkirkan yang lainnya pada tempat lain yang sudah disediakan.

2. Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus

2.1. Memperhatikan keadaan ruang praktikum, darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari

depan, kiri, atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan

membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Mengatur posisi mikroskop

yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. Untuk mikroskop

tanpa kondensor menggunakan cermin cekung.

2.2. Mengatur posisi revolver sehingga objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai

bunyi klik.

2.3. Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun

maksimal.

2.4. Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata kanan (perlu latihan) akan

nampak medan bundar putih (medan pandang). Jika terangnya tidak merata, maka kita menggerakkan

sedikit cermin sampai terangnya rata. Kalau terlalu silau, kita mempersempit diafragma atau lubang

pada lempeng. Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk, maka kita

membuka diafragma, pasang lubang lebih besar pada lempeng.

2.5. Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan.

3. Cara Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan

3.1. Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari, tubus turun, jarak objektif dengan meja

sediaan mengecil, kemudian sebaliknya. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring

atau tidak bisa naik turun, maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan

mikrometer.

3.2. Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga

bahan yang diamati berada di tengah lubang meja, menjepit kaca benda dengan sengkeling sehingga

tidak goyang.

3.3. Jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. Jika jarak itu longgar, maka kita

memutar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati

kaca benda sampai maksimum 5-10 mm.

3.4. Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer menaikkan tubus perlahan-lahan.

Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan, kalau tubus telah terangkat setengah putaran

makrometer belum juga muncul bayangan, berarti terlewatkan, maka kita mengulangi langkah 3.3

kembali, kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur, maka kita meneropong terus sambil memutar

mikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya.

3.5. Memeriksa perbesaran lansa okuler dan objektif dan perbesaran bayangan tersebut.

3.6. Mengeluarkan preparat yang telah diamati.

4. Membuat Preparat Sederhana

4.1. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin.

4.2. Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah.

4.3. Mencabut satu serat kapas atau kapuk dengan pinset dan meletakkannya di tengah tetesan air.

Untuk bahan daun waru, daun labu, dan daun kembang sepatu menggunakan silet untuk mengambil

bagian epidermisnya, dan mengirisnya setipis mungkin. Sedangkan untuk bawang merah, kita

mengirisnya setipis mungkin setelah itu meletakkannya di preparat.

4.4. Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara antara empu jari dengan telunjuk dengan sisi

atau pinggir yang berlawanan.

4.5. Menyentuhkan sisi dengan kaca penutup pada kaca benda dekat tetesan air dengan kemiringan 45O

kemudian dilepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air. Menyerap kelebihan air yang merembes di

tepi kaca dengan kertas saring.

4.6. Memasang preparat buatan pada meja sediaan dan mengamati seperti langkah 3.2, 3.3, 3.4, dan

3.5.

5. Mengganti Perbesaran

5.1. Apabila pengamatan sudah berhasil, 3.4 dan 3.5, bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi dan

jangan menyentuh posisi preparat atau tubus.

5.2. Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja

sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran)

5.3. Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari

bayangan yang diamati.

5.4. Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar, kita menaikkan tubus dengan memutar

makrometer berlawanan arah empu jari, memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa

objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi

langkah 3.3, 3.4, 3.5 lanjut ke 5.1, 5.2, 5.3, sampai berhasil.

5.5. Menaikkan tubus apabila akan mengamati bahan lain dan mengeluarkan preparat yang sudah

diamati kemudian membersihkan kaca benda dan kaca penutup.

5.6. Membuat sediaan baru sesuai langkah baru 4.1 sampai 4.6.

5.7. Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop, perhatikan hal-hal berikut :

i. Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya.

ii. Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun (kaca benda + kaca penutup)

kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan.

iii. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel, menurunkan tubus serendah mungkin.

iv. Menyimpan mikroskop ke dalam kotak mikroskop.

v. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya.

vi. Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya.

vii. Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia.

_________________________________________________________________________________

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

– Mikroskop Biologi

Keterangan :

1. Okuler

2. Makrometer

3. Mikrometer

4. Lengan

5. Penggerak mekanik

6. Sumbu inklinasi

7. Pengatur kondenser

8. Kaki

9. Cermin

10. Diafragma

11. Kondenser

12. Meja sediaan

13. Sengkeling

14. Lensa objektif

15. Revolver

16. Tubus

a. Bawang merah (Allium cepa)

b. Daun Waru (Hibiscus liliaceus)

c. Daun Labu (Cucurbita maschata)

d. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

B. Pembahasan

Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat

kecil. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih dari pada wujud sebenarnya dan

mikroskop membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang.

Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak, berupa lensa-lensa dan

cermin. Makanya kita harus menghindarkan perlakuan yang dapat membuat benturan dengan

komponen tersebut.

Mikroskop mempunyai komponen-komponen pendukung seperti :

1. Kaki mikroskop, sebagai alas tempat tumpuan berdiri.

2. Tiang, tempat bersendi lengan mikroskop, atau pegangan dengan sumbu inklinasi.

3. Lengan atau pegangan mikroskop, yang dipegang bilamana diangkat.

4. Cermin, alat penangkap dan pamantul cahaya.

5. Pengatur kondensor, bila diputar akan menaikkan atau menurunkan kondensor.

6. Kondensor, lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan.

7. Diafragma, alat yang dapat ditutup dan dibuka, pengatur banyaknya cahaya yang amasuk ke

kondensor.

8. Meja sediaan, tempat meletakkan kaca benda (objek glass).

9. Sengkeling, penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass).

10. Penggerak Mekanis, alat pengatur letak kaca benda pada meja.

11. Lubang meja sediaan, lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat lewatnya cahaya dari

kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objektif.

12. Makrometer, pengatur kasar, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar.

13. Mikrometer, pengatur halus, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus.

14. Tubus atau tabung okuler, pada ujung atasnya terdapat lensa okuler.

15. Revolver atau pemutar objektif, cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran.

16. Lensa objektif, yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan, menerima

bayangan sediaan kemudian membesarkannya.

17. Lensa okuler, yang diintip oleh mata pengamat, menerima bayangan dari objektif dan

membesarkannya.

Pada percobaan ini kami hanya mengambil satu sampel bahan percobaan yaitu bawang merah (Allium

cepa), dan kami mengamati sampel tersebut dengan tiga macam perbesaran seperti yang terlihat pada

gambar. Dari gambar tersebut kita dapat melihat bahwa pada pembesaran lemah terlihat hanya bagian

kecil dari epidermis Allium cepa tersebut dan pola-pola epidermis Allium cepa masih kurang jelas

pemisahannya. Sedangkan pada pembesaran yang lebih kuat, kita bisa mengamati pola pemisahan yang

lebih jelas dan bagian-bagian dari epidermis Allium cepa tersebut terlihat lebih kompleks.

_________________________________________________________________________________

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat sesuatu yang berukuran sangat kecil (benda renik).

2. Mahasiswa mampu mengenali dan mengetahui bagian-bagian mikroskop biologi dan fungsinya

masing-masing, serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana

B. Saran

Adapun saran dari percobaan ini adalah :

1. Laboratorium: Sebaiknya alat-alat yang disediakan laboratorium diperhatikan, sehingga praktikan

tidak menggunakan alat yang kurang baik.

2. Asisten: Sebaiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan berlangsung.

3. Mahasiswa: Praktikum mikroskop ini harus diperhatikan dengan baik karena mikroskop sangat

penting dalam kegiatan biologi.

_________________________________________________________________________________

DAFTAR PUSTAKA

Abercombie, M. I993. Kamus Lengkap Biologi. Jakarta: Erlangga.

Anonim. 2010. Mikroskop. http://id.wikipedia.org/wiki/mikroskop. Diakses tanggal 19 Nopember 2010

Campbell, N.A. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Jakarata: Erlangga.

Goldsten, Philip. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. PT Ikrar Mandiri Abadi. Jakarta.

Kusnada. Dkk. 2003. Mikrobiologi. Bandung: Jica.

Tim Pengajar. 2010. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.

W. Lay. 1992. Mikro biologi. Bogor: CV. Raja Wali

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2012 in Uncategorized

 

Makalah Tentang Mikroskop

_______________________________________________

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2012 in Uncategorized

 

Hipertensi

Image

Apa Itu Hipertensi?

Secara sederhana, seseorang dikatakan menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi jika tekanan darah sistolik lebih besar daripada 140 mmHg atau tekanan diastolik lebih besar daripada 90 mmHg. Tekanan darah ideal adalah 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Dalam banyak kasus, kedua tekanan itu mengalami kenaikan.

Tekanan darah sistolik (angka atas) adalah tekanan puncak yang tercapai ketika jantung berkontraksi dan mempompakan darah keluar melalui arteri. Sementara tekanan darah diastolik (angka bawah) diambil ketika tekanan jatuh ke titik terendah saat jantung rileks dan mengisi darah kembali.

Peningkatan tekanan pada hipertensi erat kaitannya dengan tidak tepatnya penyimpanan garam dan air, atau meningkatnya tekanan dari dalam tubuh pada sirkulasi pembuluh darah lembut (periferal). Meski faktor penyebabnya bermacam-macam, tapi pusatnya adalah ketidakseimbangan sistem renin-angio-tensin, yang berperan penting dalam pengaturan tekanan darah.

Hipertensi, yang umumnya berkembang saat umur paruh baya, lebih banyak menyerang pria dan wanita pascamenopause. Sejarah keluarga yang memiliki hipertensi mempertinggi risiko; sama seperti merokok, dislipidemia, diabetes mellitus, kegemukan, pendidikan, dan status sosioekonomi yang rendah.

Anda perlu curiga menderita hipertensi jika secara konsisten tekanan darah menunjuk angka 140/90 mmHg atau lebih. Bagi mereka yang sehat (umur 18 ke atas), tabel di bawah bisa memandu apa yang harus Anda lakukan berdasarkan pemeriksaan tekanan darah awal.

Rekomendasi tersebut sangat tergantung pada pembacaan tekanan darah Anda yang telah lewat, faktor risiko kardiovaskular lainnya, dan adanya penyakit lain. Konsultasi dokter jika perlu.

 

Khasiat Bawang Putih

Dr. Yongxiang Zhang
dari University of Tokyo, Jepang menyatakan bahwa kemampuan bawang putih menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan pada hewan percobaan sangat mengesankan. Hal itu memang tidak berarti bahwa bawang putih mampu memulihkan masa muda atau sama sekali menghambat proses penuaan. Tetapi setidaknya manfaat bawang putih membantu menghambat proses penuaan.

Di samping itu, menurut penelitian Memorial Sloan Kettering Cancer Center, bahan kimia SAMC yang terdapat pada bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dengan mengkonsumsi bawang putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi.

Kadar kolesterol yang tinggi biasanya menjadi pertanda proses penuaan. Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Zat anti-kolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah penggumpalan darah.

Dr. Gilles Fillion dari Institute Pasteur di Perancis menduga, bawang putih dapat membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi. Tentunya dengan efek yang lebih lembut. Ia menemukan bahwa bawang putih bermanfaat untuk membantu melepaskan serotonin, yakni bahan kimia yang terlibat dalam pengaturan serangkaian luas suasana hati dan tingkah laku termasuk kecemasan, murung, rasa sakit, agresi, stress, kurang tidur dan ingatan. Kadar serotonin yang tinggi dalam otak cenderung berfungsi sebagai obat penenang yang menentramkan Anda, memudahkan tidur, dan meringankan kemurungan. Bawang putih menolong menormalkan sistem serotonin tersebut.
 


 

 

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2012 in Uncategorized

 

Hipertensi

Image

Apa Itu Hipertensi?

Secara sederhana, seseorang dikatakan menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi jika tekanan darah sistolik lebih besar daripada 140 mmHg atau tekanan diastolik lebih besar daripada 90 mmHg. Tekanan darah ideal adalah 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Dalam banyak kasus, kedua tekanan itu mengalami kenaikan.

Tekanan darah sistolik (angka atas) adalah tekanan puncak yang tercapai ketika jantung berkontraksi dan mempompakan darah keluar melalui arteri. Sementara tekanan darah diastolik (angka bawah) diambil ketika tekanan jatuh ke titik terendah saat jantung rileks dan mengisi darah kembali.

Peningkatan tekanan pada hipertensi erat kaitannya dengan tidak tepatnya penyimpanan garam dan air, atau meningkatnya tekanan dari dalam tubuh pada sirkulasi pembuluh darah lembut (periferal). Meski faktor penyebabnya bermacam-macam, tapi pusatnya adalah ketidakseimbangan sistem renin-angio-tensin, yang berperan penting dalam pengaturan tekanan darah.

Hipertensi, yang umumnya berkembang saat umur paruh baya, lebih banyak menyerang pria dan wanita pascamenopause. Sejarah keluarga yang memiliki hipertensi mempertinggi risiko; sama seperti merokok, dislipidemia, diabetes mellitus, kegemukan, pendidikan, dan status sosioekonomi yang rendah.

Anda perlu curiga menderita hipertensi jika secara konsisten tekanan darah menunjuk angka 140/90 mmHg atau lebih. Bagi mereka yang sehat (umur 18 ke atas), tabel di bawah bisa memandu apa yang harus Anda lakukan berdasarkan pemeriksaan tekanan darah awal.

Rekomendasi tersebut sangat tergantung pada pembacaan tekanan darah Anda yang telah lewat, faktor risiko kardiovaskular lainnya, dan adanya penyakit lain. Konsultasi dokter jika perlu.

 

Khasiat Bawang Putih

Dr. Yongxiang Zhang
dari University of Tokyo, Jepang menyatakan bahwa kemampuan bawang putih menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan pada hewan percobaan sangat mengesankan. Hal itu memang tidak berarti bahwa bawang putih mampu memulihkan masa muda atau sama sekali menghambat proses penuaan. Tetapi setidaknya manfaat bawang putih membantu menghambat proses penuaan.

Di samping itu, menurut penelitian Memorial Sloan Kettering Cancer Center, bahan kimia SAMC yang terdapat pada bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dengan mengkonsumsi bawang putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi.

Kadar kolesterol yang tinggi biasanya menjadi pertanda proses penuaan. Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Zat anti-kolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah penggumpalan darah.

Dr. Gilles Fillion dari Institute Pasteur di Perancis menduga, bawang putih dapat membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi. Tentunya dengan efek yang lebih lembut. Ia menemukan bahwa bawang putih bermanfaat untuk membantu melepaskan serotonin, yakni bahan kimia yang terlibat dalam pengaturan serangkaian luas suasana hati dan tingkah laku termasuk kecemasan, murung, rasa sakit, agresi, stress, kurang tidur dan ingatan. Kadar serotonin yang tinggi dalam otak cenderung berfungsi sebagai obat penenang yang menentramkan Anda, memudahkan tidur, dan meringankan kemurungan. Bawang putih menolong menormalkan sistem serotonin tersebut.
 


 

 

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2012 in Uncategorized

 

My Dream

Banyak mimpi yang saya inginkan salah satunya yaitu saya ingin menjadi seorang guru karena bagi saya guru adalah suatu pekerjaan yang mulia dan kita sebagai guru harus dituntut untuk mampu memahami apa yang siswa kita inginkan demi menggapai masa depan dan cita cita yang mereka impikan. Saya ingin membantu mereka untuk mewujudkan keinginan mereka melalui bakat-bakat yang mereka miliki, saya akan berusaha memberikan ilmu pengetahuan yang saya miliki agar kelak anak didik saya bisa mengamalkan dan menerapkannya. Selain itu, saya juga akan berusaha untuk menggali bakat  dan minat yang tertanam pada para siswa saya kelak, dan selain bakat dan minat yang mereka miliki, mereka juga membutuhkan ketrampilan-keterampilan intelektual dan mengajarkan mereka kecakapan dalam bersikap agar dapat diterima dalam masyarakat

Ini adalah suatu keinginan dan cita-cita saya untuk mengubah mutu pendidikan di Indonesia agar mampu membentuk manusia-manusia yang cerdas, terampil dan memliki kecakapan yang baik serta mampu bersaing dalam tingkat Internasional. Masih mirisnya pendidikan di Indonesia, ini yang menggugah hati saya untuk mecerdaskan anak-anak Indonesia karena kadang-kadang hidup itu memang tidak adil, banyak anak-anak yang hidup dalam kemewahan namun kurang memiliki potensi belajar itu yang dapat sekolah, bahkan  disekolah yang sangat elit           ( mewah ). Karena dizaman sekarang ini, semua itu pasti bisa terjadi yang penting politik uang yang main, sedangkan     anak-anak yang memiliki kecerdasan yang lebih namun keadaanya kurang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah, sehingga potensi yang ada dalam dirinya terpaksa terhenti. Banyak kita lihat anak-anak yang putus sekolah, mereka harus membantu orang tua mereka untuk menyambung hidup, banyak cara yang mereka lakukan, ngamen, jualan Koran, pedagang asongan dan masih banyak lagi karena tidak adanya biaya, sehingga mereka terpaksa untuk melakukan hal tersebut dan terpaksa menunda impian mereka. Inilah potret pendidikan di Indonesia yang begitu miris.  Saya ingin mengubah itu semuanya, saya tidak ingin kelak generasi muda banyak yang putus sekolah dan terjerumus kedalam hal-hal yang negative karena mereka tidak mendapat pengajaran moral dan cara bertingkah laku yang baik, sehingga mereka mudah terjerumus kedalam pergaulan yang bebas dan memiliki moral yang buruk, maka dari itu, saya ingin membawa mereka kedalam jurang kesuksesan yang dapat mengubah hidup mereka dan mencapai segala apa yang mereka inginkan dengan berpegang dengan dua hal yaitu, keyakinan dan iman yang kuat, karena keyakinan dan iman memiliki peranan yang sangat penting dalam mencapai sebuah kesuksekan, jika kita tidak yakin dengan apa yang kita impikan maka keyakinan akan impian itupun akan pudar begitu saja, begitu juga sebaliknya tanpa iman kita juga tidak bisa mencapai hal yang kita inginkan karena keimanan itu akan membawa kita kedalam suatu keyakinan yang besar dan ktetangan batin yang sangat luar biasa. Jadi percalah keyakinan dan iman itu sangat berkaitan erat untuk menggapai semua impian kita dan selalu berpegang teguh kepada ALLAH S.W.T

InsyaAllah jika saya sudah sukses, saya ingin mewujudkkan impian saya, salah satunya bisa pergi melanjutkan kuliah ke Korea, kenapa saya memilih untuk melanjutakan kuliah saya di negeri yang terkenal dengan ginsengnya ini?. Ini dikarenakan karena saya sangat kagum dengan kebudayaan yang dimiliki oleh warga korea dan saya berharap saya dapat melanjutkan kuliah disalah satu universitas ternama di Seoul. Setelah itu, saya impian saya  selanjutnya yaitu, saya akan membangun sebuah yayasan atau bisa dibilang rumah singgah. Di rumah singgah yang kami namakan ” The Dreamer” ini kelak saya dan kedua teman saya akan membuat sebuah perpustakaan yang bisa dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat khususnya bagi anak-anak yang tidak mampu,disini kita juga akan membuat tempat belajar atau “The Dreamer kami akan memberi bimbingan( mengajar ) bagi anak-anak yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya.

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2012 in Uncategorized